Tuesday, 19 November 2013

Penerapan IQ, EQ, dan SQ dalam dunia pendidikan



#BeasiswaDataPrint



Setiap orang pasti menginginkan kesuksesan dari dunia pendidikan agar kemudian dapat diaplikasikan di masyarakat dan dunia kerja. Mungkin kebanyakan orang berpikir bagaimana hubungan antara pendidikan dan kunci kesuksesan dalam hidup ini? Keberhasilan kita tergantung dari seberapa banyak kita percaya pada kemampuan diri kita sendiri. Pendidikan memberi kita kesempatan untuk mengungkap dan menyadari bakat bawaan kita sambil memberikan ketrampilan berikir dan memecahkan masalah kita sendiri.
Berdasarkan pengertiannya, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat (UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003).
Tujuan pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkualitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu cita - cita yang di harapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan. Karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Oleh sebab itu dibutuhkan perpaduan yang menunjang dalam kehidupan pendidikan, yaitu mengembangakan IQ, EQ dan SQ dalam prosesnya di dunia pendidikan.
IQ (Intelektual Question) merupakan bagian terpenting dalam individu seseorang. Intelektual membantu seseorang dalam menganalisa sesuatu, berfikir secara rasional dan melakukan secara maksimal. Intelektual sering kali menjadi tolak ukur dalam perencanaan program pembelajaran. EQ (Emotional Question) adalah bagian yang menjadi identitas kepribadian seseorang. Emosional yang terjaga baik dan tertata rapi juga akan menghasilkan pribadi yang baik dan berkualitas. Sehingga dalam pelaksanaan proses pembelajaran, emosional peserta didik sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan (Anonim1, 2013).
Sedangkan SQ (Spiritual Question) merupakan kecerdasan jiwa yang membantu seseorang untuk mengembangkan dirinya secara utuh melalui penciptaan kemungkinan untuk menerapkan nilai-nilai positif. Hal ini akan membantu seseorang untuk mengatasi persoalan dan berdamai dengan persoalannya itu. Kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik akan ditandai dengan kemampuan seseorang untuk bersikap fleksibel dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, mampu menghadapi penderitaan dan rasa sakit, mampu mengambil pelajaran yang berharga dari suatu kegagalan, mampu mewujudkan hidup sesuai dengan visi dan misi, serta pada akhirnya membuat seseorang mengerti akan makna hidupnya (Anonim2, 2013).
Ketiga elemen diatas terlihat berbeda namun saling berkaitan dan mendukung satu sama lain. Selain itu IQ, EQ, dan SQ sebaiknya diterapkan sejak dini pada dunia pendidikan. Contoh penerapan dalam dunia pendidikan dapat bermacam-macam sesuai masing-masing bidang tentunya. Contohnya seorang mahasiwarantau yang belajar dengan gigih di kampusnya dengan selalu mengemban amanah orangtuanya agar sukses dalam pendidikannya dengan tetap mengembangkan soft skill diri dan bersosialisasi secara bijak dalam organisasi, sehingga dirinya gampang menyesuaikan diri dalam berbagai situasi sulit untuk terus mewujudkan visi misinya di dalam hidup. Pendidikan membuat kita mampu untuk berpikir secara mandiri, kesuksesan hanyalah masalah watu. Bangunlah bangsa ini dengan pendidikannya, pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan  good spiritual para penerusnya.

Sumber:
Anonim1. 2013. Peran IQ, EQ, dan SQ Pada Pendidikan. Diambil dari http://akulb.blogspot.com/2012/04/peran-iq-eq-dan-sq-pada-pendidikan.html. Pada tanggal 1 Desember 2013 pukul 11.15 WIB.

Anonim2. 2013. Kecerdasan Spiritual. Diambil dari http://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_spiritual. Pada tanggal 1 Desember 2013 pukul 11.20 WIB.


Sunday, 17 November 2013

Narsis di Research Week UGM 2013






RW 2013 Logo size kecil




Dalam rangka Dies Natalis UGM ke 64, LPPM UGM  melaksanakan Research Week 2013. Sebuah rangkaian acara yang rutin dilaksanakan tiap tahun,dimana didalamnya terdapat berbagi macam event seperti Lokakarya, Talkshow, Workshop, Seminar, Pelatihan, Panggung Terbuka, dan puncaknya adalah Innovation Expo. Dalam Innovation Expo Fakultas-Fakultas,Pusat-Pusat Studi dan Unit Pelayanan Teknis yang ada di UGM dapat memamerkan hasil-hasil penelitian mereka.

Dalam Innovation Expo tidak hanya memamerkan hasil penelitian, tapi juga terdapat stand-stand UMKM hasil binaan LPPM UGM. Dalam event ini UMKM binaan LPPM UGM dapat memperkenalkan produk-produk mereka dan juga menjualnya. Tentu saja hal ini sangat bermanfaat bagi UMKM, karena mereka dapat memperkenalkan produk-produk mereka pada masyarakat. Selama ini tidak sedikit UMKM yang masih kesulitan memperkenalkan produk-produk mereka dikarenakan keterbatasan modal yang ada.

Dalam acara puncak ini juga terdapat workshop-workshop, seminar, talk show maupun pelatihan. Pengunjung dapat mengikuti acara-acara tersebut dengan gratis. Selain  itu teradapat juga panggung hiburan yang akan menampilkan pertunjukan-pertunjukan dari UKM,fakultas fakultas dan juga Pusat Studi yang ada di UGM yang akan menghibur pengunjung. Puncak Pelaksanakan Research Week akan dilaksanakan pada tanggal 13-17 November 2013 di Grha Sabha Pramana UGM lantai 1.


Cusss ke GSP bareng Afiifah dan Rani ditengah rinai-rinai huan yang turun.... Buat investigasi apa yang ada di dalem GSP hoho



 
 Stand Fakultas Teknologi Pertanian (TIP, TEP, dan TPHP)



 
FTP pamerin hasil PKM juga lo yang menang kemaren dan beberapa produk hasil lainnya.




 
Masuk stand Fakultas Hukum, cuss bisa nyobain baju sidang Hakim haha. Kita beralih profesi sekarang. Cocok juga kalo aku jadi hakim cuy. 















 
 Stand fakultas teknik.... Ueeee banyak mobilnya uey




 
Stand pertanian, ada cabe dan bawang guedeee cuy







 
Stand peternakan, beli susu sapiiiii segar Mowww , dan beralih jadi koboy bentar  :D




        

 Nah giliran nyobain Stand Budaya Korea ni,,, nyobain baju adat Korea nyomot 5 ribu dari kantong, nambah 5 ribu buat atribut lainnya (red: kias, mahkota dll)





Dan kerennya kita, tanpa sebagai peserta stand atau yang punya kepentingan acara bisa dapet stand instalasi pasca bencana alam. Jadi jaga stand sambil makan-makan wkwkwkwk
















Sunday, 20 October 2013

Foragrin Photo Session




Before saying hello again, mau kretek-kretekin pinggang dulu hwahaha minggu penuh pegal-pegal ternyata.... Oke, lama nggak ngeblog, jadi bingung apa yang harus gue tulis. Dan beberapa lalu karena ada kegiatan Orientasi Jurusan, dapet sms dari ketua Himatipa buat presentasi Foragrin biar para mahasiswa baru lebih kenal, karena bahwaannya *halaah* besok tahun depan alias 2014, kita-UGM bakal jadi tuan rumah acara Foragrin yang rencana berkonsep Jambore Nasional TIP gitu. Yaa PDKT dulu lah biar pada tau. Dan buat presentasi itu kita malah sempetin bikin sesi foto anggota foragrin UGM buat disempilin di presentasi hari-H saat OJ.

 
 Gini nih baru seneng. Inget-inget kalo diajak kumpul buat rapat susahnya minta ampun, kalo gini mah ayo-ayo aja hehe. Lain kali tiap jarkom rapat diagendain buat sesi foto aja kali ya. Kan enak tuh, lumayan lengkap nih yang di UGM hoho ^O^



 
 Septi, Apfiifah, Helsafira, Sintia, Ditasuri, Zulfa, Amanda, Dita Lintang, me, Riska, Wieke, Mb Tikus











Mind Mapping "Enterprise Risk Management"





 




Manajemen resiko adalah suatu sistem pengawasan risiko dan perlindungan harta benda, hak milik dan keuntungan badan usaha atau perorangan atas kemungkinan timbulnya kerugian karena adanya suatu risiko.

    Proses pengelolaan risiko yang mencakup identifikasi, evaluasi dan pengendalian risiko yang dapat mengancam kelangsungan usaha atau aktivitas perusahaan
    Suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan /pengelolaan sumberdaya

Istilah lain dari pengertian resiko adalah (risk) atau risiko memiliki berbagai definisi. Risiko dikaitkan dengan kemungkinan kejadian atau keadaan yang dapat mengancam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. [3] Vaughan (1978) mengemukakan beberapa definisi risiko sebagai berikut:

* Risk is the chance of loss (Risiko adalah kans kerugian).

Chance of loss
Berhubungan dengan suatu exposure (keterbukaan) terhadap kemungkinan kerugian.Dalam ilmu statistik, chance dipergunakan untuk menunjukkan tingkat probabilitas akan munculnya situasi tertentu. Sebagian penulis menolak definisi ini karena terdapat perbedaan antara tingkat risiko dengan tingkat kerugian. Dalam hal chance of loss 100%, berarti kerugian adalah pasti sehingga risiko tidak ada.

* Risk is the possibility of loss (Risiko adalah kemungkinan kerugian).

Istilah possibility berarti bahwa probabilitas sesuatu peristiwa berada diantara nol dan satu. Namun, definisi ini kurang cocok dipakai dalam analisis secara kuantitatif.

* Risk is uncertainty (Risiko adalah ketidakpastian).


* Uncertainty dapat bersifat subjective dan objective. Subjective uncertainty merupakan penilaian individu terhadap situasi risiko yang didasarkan pada pengetahuan dan sikap individu yang bersangkutan. Objective uncertainty akan dijelaskan pada dua definisi risiko berikut.


* Risk is the dispersion of actual from expected results (Risiko merupakan penyebaran hasil aktual dari hasil yang diharapkan). Ahli statistik mendefinisikan risiko sebagai derajat penyimpangan sesuatu nilai disekitar suatu posisi sentral atau di sekitar titik rata-rata.

* Risk is the probability of any outcome different from the one expected (Risiko adalah probabilitas sesuatu outcome berbeda dengan outcome yang diharapkan). Menurut definisi di atas, risiko bukan probabilita dari suatu kejadian tunggal, tetapi probabilita dari beberapa outcome yang berbeda dari yang diharapkan.
 

PROSES MANAJEMEN RESIKO

Pemahaman risk management memungkinkan manajemen untuk terlibat secara efektif dalam menghadapi uncertainty dengan risiko dan peluang yang berhubungan dan meningkatkan kemampuan organisasi untuk memberikan nilai tambah. Menurut COSO, proses manajemen risiko dapat dibagi ke dalam 8 komponen (tahap)

(1) Internal environment (Lingkungan internal)
Komponen ini berkaitan dengan lingkungan dimana instansi Pemerintah berada dan beroperasi. Cakupannya adalah risk-management philosophy (kultur manajemen tentang risiko), integrity (integritas), risk-perspective (perspektif terhadap risiko), risk-appetite (selera atau penerimaan terhadap risiko), ethical values (nilai moral), struktur organisasi, dan pendelegasian wewenang.

(2) Objective setting (Penentuan tujuan)
Manajemen harus menetapkan objectives (tujuan-tujuan) dari organisasi agar dapat mengidentifikasi, mengakses, dan mengelola risiko. Objective dapat diklasifikasikan menjadi strategic objective dan activity objective. Strategic objective di instansi Pemerintah berhubungan dengan pencapaian dan peningkatan kinerja instansi dalam jangka menengah dan panjang, dan merupakan implementasi dari visi dan misi instansi tersebut. Sementara itu, activity objective dapat dipilah menjadi 3 kategori, yaitu 
(1) operations objectives; (2) reporting objectives; dan (3) compliance objectives.

Risk tolerance dapat diartikan sebagai variation dalam pencapaian objective yang dapat diterima oleh manajemen. Dalam penerapan pelayanan pajak modern seperti pengiriman SPT WP secara elektronik, diperkirakan 80% Wajib Pajak (WP) Besar akan mengimplementasikannya. Bila ditentukan risk tolerance sebesar 10%, dalam hal 72% WP Besar telah melaksanakannya, berarti tujuan penyediaan fasilitas tersebut telah terpenuhi. Disamping itu, terdapat pula aktivitas suatu organisasi seperti peluncuran roket berawak dengan risk tolerance adalah 0%.

(3) Event identification (Identifikasi risiko)
Komponen ini mengidentifikasi kejadian-kejadian potensial baik yang terjadi di lingkungan internal maupun eksternal organisasi yang mempengaruhi strategi atau pencapaian tujuan dari organisasi. Kejadian tersebut bisa berdampak positif (opportunities), namun dapat pula sebaliknya atau negative (risks).

Terdapat 4 model dalam identifikasi risiko, yaitu
(1) Exposure analysis; (2) Environmental analysis; (3) Threat scenario; (4) Brainstorming questions. Salah satu model, yaitu exposure analysis, mencoba mengidentifikasi risiko dari sumber daya organisasi yang meliputi financial assetsphysical assets seperti tanah dan bangunan, human assets yang mencakup pengetahuan dan keahlian, dan intangible assets seperti reputasi dan penguasaan informasi. Atas setiap sumber daya yang dimiliki organisasi dilakukan penilaian risiko kehilangan dan risiko penurunan. seperti kas dan simpanan di bank,

(4) Risk assessment (Penilaian risiko)
Komponen ini menilai sejauhmana dampak dari events (kejadian atau keadaan) dapat mengganggu pencapaian dari objectives. Besarnya dampak dapat diketahui dari inherent dan residual risk, dan dapat dianalisis dalam dua perspektif, yaitu: likelihood (kecenderungan atau peluang) dan impact/consequence (besaran dari terealisirnya risiko). Dengan demikian, besarnya risiko atas setiap kegiatan organisasi merupakan perkalian antara likelihood dan consequence.

Penilaian risiko dapat menggunakan dua teknik, yaitu: (1) qualitative techniques; dan (2) quantitative techniques. Qualitative techniques menggunakan beberapa tools seperti self-assessment (low, medium, high), questionnaires, dan internal audit reviews. Sementara itu, quantitative techniques data berbentuk angka yang diperoleh dari tools seperti probability based, non-probabilistic models (optimalkan hanya asumsi consequence), dan benchmarking.

Yang perlu dicermati adalah events relationships atau hubungan antar kejadian/keadaan. Events yang terpisah mungkin memiliki risiko kecil. Namun, bila digabungkan bisa menjadi signifikan. Demikian pula, risiko yang mempengaruhi banyak business units perlu dikelompokkan dalam common event categories, dan dinilai secara aggregate.

(5) Risk response (Sikap atas risiko)
Organisasi harus menentukan sikap atas hasil penilaian risiko. Risk response dari organisasi dapat berupa: (1) avoidance, yaitu dihentikannya aktivitas atau pelayanan yang menyebabkan risiko; (2) reduction, yaitu mengambil langkah-langkah mengurangi likelihood atau impact dari risiko; (3) sharing, yaitu mengalihkan atau menanggung bersama risiko atau sebagian dari risiko dengan pihak lain; (4) acceptance, yaitu menerima risiko yang terjadi (biasanya risiko yang kecil), dan tidak ada upaya khusus yang dilakukan.


Dalam memilih sikap (response), perlu dipertimbangkan faktor-faktor seperti pengaruh tiap response terhadap risk likelihood dan impact, response yang optimal sehingga bersinergi dengan pemenuhan risk appetite and tolerances, analis cost versus benefits, dan kemungkinan peluang (opportunities) yang dapat timbul dari setiap risk response.

(6) Control activities (Aktifitas-aktifitas pengendalian)
Komponen ini berperanan dalam penyusunan kebijakan-kebijakan (policies) dan prosedur-prosedur untuk menjamin risk response terlaksana dengan efektif. Aktifitas pengendalian memerlukan lingkungan pengendalian yang meliputi: (1) integritas dan nilai etika; (2) kompetensi; (3) kebijakan dan praktik-praktik SDM; (4) budaya organisasi; (5) filosofi dan gaya kepemimpinan manajemen; (6) struktur organisasi; dan (7) wewenang dan tanggung jawab.

Dari pemahaman atas lingkungan pengendalian, dapat ditentukan jenis dan aktifitas pengendalian. Terdapat beberapa jenis pengendalian, diantaranya adalah preventive, detective, corrective, dan directive. Sementara aktifitas pengendalian berupa: (1) pembuatan kebijakan dan prosedur; (2) pengamanan kekayaan organisasi; (3) delegasi wewenang dan pemisahan fungsi; dan (4) supervisi atasan. Aktifitas pengendalian hendaknya terintegrasi dengan manajemen risiko sehingga pengalokasian sumber daya yang dimiliki organisasi dapat menjadi optimal.

(7) Information and communication (Informasi dan komunikasi)
Fokus dari komponen ini adalah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak terkait melalui media komunikasi yang sesuai. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penyampaiaan informasi dan komunikasi adalah kualitas informasi, arah komunikasi, dan alat komunikasi.

Informasi yang disajikan tergantung dari kualitas informasi yang ingin disampaikan, dan kualitas informasi dapat dipilah menjadi: (1) appropriate; (2) timely; (3) current; (4) accurate; dan (5) accessible. Arah komunikasi dapat bersifat internal dan eksternal. Sedangkan alat komunikasi berupa diantaranya manual, memo, buletin, dan pesan-pesan melalui media elektronis.

(8) Monitoring
Monitoring dapat dilaksanakan baik secara terus menerus (ongoing) maupun terpisah (separate evaluation). Aktifitas monitoring ongoing tercermin pada aktivitas supervisi, rekonsiliasi, dan aktivitas rutin lainnya.

Monitoring terpisah biasanya dilakukan untuk penugasan tertentu (kasuistis). Pada monitoring ini ditentukan scope tugas, frekuensi, proses evaluasi metodologi, dokumentasi, dan action plan.

Pada proses monitoring, perlu dicermati adanya kendala seperti reporting deficiencies, yaitu pelaporan yang tidak lengkap atau bahkan berlebihan (tidak relevan). Kendala ini timbul dari berbagai faktor seperti sumber informasi, materi pelaporan, pihak yang disampaikan laporan, dan arahan bagi pelaporan.



Sumber: http://pengertianmanagement.blogspot.com/2012/11/management-resiko.html

Wednesday, 2 October 2013

Kuliah Tamu (makul pengendalian mutu) - TOFU


Salah satu rangkaian Dies Natalis FTP yang ke 50 itu adalah diadakannya beberapa kuliah tamu. Setauku ada dari Jurusan TIP dan TPHP. Untuk TIP sendiri dimasukkan dalam mata kuliah Pengendalian Mutu dengan tema TOFU, dan dibimbing oleh dosen dari TPHP Bu Trisye dan Dosen dari Jerman (teman dari Pak Wahyu). Jadi kuliah tamu ini diadakan di Auditorium FTP agar sekalian muat untuk banyak mahasiswa yang mengikuti. Penyampaiannya dengan metode ceramah biasa dan menggunakan slide presentasi, beberapa menit di akhir kuliah digunakan untuk sesi tanya jawab. Ya sekalian belajar jadi bule deh, secara penyampainnya pakai bahasa inggris. Meski untuk yang dari dosen TPHP tetap memakai bahasa Indonesia, haha. Sebagian materi masuk lah, meski ada banyak istilah science yang kurang paham atau bisa dibilang tidak paham haha, tapi okelah. Tapi sayang banget nggak dapet softcopy materinya. Ya sudahlah pakai catetan sendiri yang kurang jelas juga ni nulisnya. Dan sori banget ini sedikit tidak lengkap, karena lagi males banget buat nulis -_-































Sunday, 29 September 2013

Bahagia?? Menurutmu?







Bahagia, kata yang paling sering diucapkan ketika ditanya masalah rasa apa yang paling diinginkan, khususnya oleh saya.

Namun dalam kenyataannya bahagia sangatlah sulit untuk ditemukan terutama oleh orang-orang yang tak tahu arti bahagia yang sebenarnya.

Memangnya apa itu bahagia?

Tidak ada yang dapat mendefinisikan secara tepat apa itu bahagia, karena memang arti kebahagiaan berbeda-beda pada setiap manusia, hal ini disebabkan adanya perbedaan konsep dan cara berpikir manusia yang berbeda-beda dalam menjalani hidup.


Namun berikut adalah beberapa definisi bahagia menurut para ahli,diantaranya :

Happiness is when what you think what you say, and what you domare in harmony.  
-mahatma gandhi-

Happiness is something that you are and it comes from the way you think.

-wayne dyer-

Happiness is the meaning and the purpose of life, the whole aim and end of human existence.

-aristotle-

Jika disimpulkan dari beberapa pendapat para ahli diatas, bahagia menurut saya adalah suatu keadaan puas dari diri kita saat mendapatkan apa yang kita harapkan. Harapan setiap orang tentu berbeda-beda, ada yang mengharapkan memiliki bnyak harta, ada yang mengharapkan memiliki banyak teman, ada yang mengharapkan memiliki panti asuhan, dan berbagai macam harapan dengan berbagai kadar juga.

Namun pada dasarnya, sekecil apapun yang kita inginkan jika itu tercapai maka akan mendatangkan kebahagiaan. Ketika apa yang kita harapkan tidak terjadi atu tidak terlaksana, akan timbul kekecewaan.

Namun dalam perjalanan mencari arti kebahagiaan hidup, saya menemukan bahwa bahagia adalah bukan hanya sekedar mendapatkan apa yang kita harapkan. Tapi kebahagiaan juga terjadi ketika kita bisa menerima semua keadaan yang menimpa kita seburuk apapun keadaan itu.

Seorang teman sosmed saya pernah berkata seperti ini, jangan jadikan bahagia sebagai alasan kita untuk tersenyum. Tapi tersenyumlah agar kita bahagia.


Dan itu memang tepat, tersenyumlah agar kita bahagia dianalogikan sebagai suatu ungkapan penerimaan atas apa yang kita dapatkan seburuk apapun itu jika kita bisa menerima dan mensyukurinya maka kita akan mendapatkan kebahagiaan dalam bentuk lain yang tersembunyi dan tidak kita sadari keberadaannya.

Sadar atau tidak sadar, bahagia adalah sugesti. Sugesti negatif akan sering membuat kita merasa tidak bahagia, karena kita mengkebiri kebahagiaan kita sendiri. Sugesti yang baik dan positif akan membuatn kita selalu merasa bahagia. Karena kita membebaskan kebahagiaan kita menjadi lebih fleksibel.

Selalu ada hikmah dalam setiap kejadian, karena sebenarnya tidak akan ada satupun kejadian yang Allah berikan pada kita tanpa maksud memuliakan kita. Jika kita hanya terfokus pada bentuk kebahagiaan, kita tidak akan pernah menemukan kebahagiaan dalam bentuk lain, dalam bentuk hikmah misalnya.

Contohnya seperti ini, ketika kita mencintai seseorang dan iingin menjadikannya sebagai pasangan kita, namun org tsbut tidak bersedia menjadikan kita pasangannya dan malah mempermainkan perasaan kita dengan menggandeng banyak wanita atau laki-laki lain. Untuk yang memiliki sugesti kebahagiaan negatif, pasti akan merasa kecewa karena keinginannya tidak tercapai, karena pasti ada usaha terlebih dahulu sebelumnya, tapi usahanya sia-sia. Namun untuk yang memiliki sugesti kebahagiaan positif, pasti akan tetap tersenyum karena dia bersyukur, masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri dan mencari orang yang lebih tepat selain dia.

Nah, masih banyak sebetulnya bentuk kebahagiaan itu, belajarlah untuk fleksibel. Jangan terpaku pada satu bentuk kebahagiaan, karena jika terfokus pada satu bentuk kebahagiaan kita tidak akan dapat menemukan pintu kebahagiaan lain yang terbuka ketika satu pintu kebahagiaan tertutup.

Intinya adalah belajar bersyukur dan menerima semua hal yang terjadi dan kita miliki. Karena setiap orang memiliki jatah dan kadar kebahagiaan yang berbeda-beda..

Dan mari kita belajar untuk tersenyum agar kita bahagia, bukan mencari bahagia agar kita tersenyum.

Yang kita miliki dan kita dapatkan datangnya dari Allah, tapi senyum dan tangis adalah murni ada dalam diri kita, silakan pilih mana yang akan kawan-kawan berikan atas pemberian-Nya.

Bukan saya merasa saya sempurna, namun hanya ingin berbagi agar kita bisa menyempurnakan diri bersama-sama.. :)

Mari kita sama-sama belajar untuk mensyukuri apa yang kita miliki, apa yang kita dapatkan, dan berbaik sangkalah pada-Nya, karena sesungguhnya tidak ada suatu hal pun yang Ia berikan tanpa maksud memuliakan umat-Nya….



(Sumber: http://fiksi.kompasiana.com/cerpen/2012/12/26/bahagia-itu-sederhana-kawan-513858.html)




 

Thursday, 26 September 2013

Kemasan Tetra Pak




Berhubung beberapa waktu lalu diadakan seminar Life Cycle Assessment di FTP UGM , dimana salah satu sponsor dan keynote speakernya itu dari pihak Tetra Pak. Jadi kali ini aku akan membahas sedikit tentang Tetra Pak.




Teknologi Aseptic
Kemasan Tetra Pak terkenal aman, awet, dan tidak mereduksi nutrisi produk di dalamnya.
Mereka berhasil mendominasi 70-80% pangsa pasar kemasan susu cair. Apa rahasianya?

Kalau ditanya seputar kemasan consumer goods, Tetra Pak adalah ahlinya. Lihat saja, nama itu sering tercantum dalam produk makanan dan minuman kemasan di Tanah Air. Lahan bisnis perusahaan ini memang fast moving consumer goods. Khususnya, minuman dan makanan dalam format cair (liquid) seperti susu, teh, aneka jus, puding, dan santan. Asal tahu saja, perusahaan global yang berbasis di Swedia ini sudah merambah lebih 165 negara. Di Indonesia, Tetra Pak yang mulai beroperasi sejak 1976 merupakan perusahaan dengan konsep B to B. “Klien pertama kami adalah PT Ultrajaya. Pada waktu itu, Ultrajaya memperkenalkan susu UHT dalam kemasan Tetra Pak untuk pertama kalinya,” kata Rober Tumiwa, Commercial Director PT Tetra Pak Indonesia. Pada 1980-an, mereka mulai mampu menggandeng para pemilik merek. Tahun 1982, ABC Central Food (sekarang Heinz ABC Indonesia—red) meluncurkan minuman jus pertama dalam kemasan Tetra Pak. Sinar Sosro juga merilis produk tehnya dalam kemasan yang sama. Tahun 1984, Salim Graha menjadi klien Tetra Pak dengan meluncurkan kemasan minuman soya. Kemudian, Pulau Sambu membangun pabrik santan UHT dan mengemas santan dalam Tetra Pak pada tahun 1989.
Bisnis Tetra Pak pun terus berkembang dengan merangkul semakin banyak customer, seperti Indolakto, Ajinomoto, Sido Muncul, Sari Husada, Tang Mas, Industri Susu Alam Murni, Madu Nusantara, Coca-Cola, Sekar Tanjung, dan sebagainya. Sekarang, Tetra Pak memilki 21 customer dengan ratusan merek.
Bagaimana cara mereka menghasilkan kemasan-kemasan bermutu dan diminati customer? “Salah satu keunggulan proses kemasan kami adalah teknologi aseptic. Teknologi ini membuat produk diproses sedemikian rupa sehingga tidak diperlukan pengawet untuk bertahan lama, tanpa mereduksi benefit dari produk itu sendiri seperti nutrisi, kadar vitamin, tekstur, dan sebagainya,” ujar Robert. Dipaparkannya, setiap kemasan terdiri dari 6 layer (lapisan), yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri. Misalnya, lapisan alumunium foil membuat lifetime produk bisa mencapai 6-12 bulan. Selama produk ini tidak dibuka, produk aman dikonsumsi. Konsumen juga tidak perlu takut mengkonsumsi produk dalam kemasan Tetra Pak karena kemasan ini berfungsi mengawetkan sampai batas expired date-nya. Keunggulan lainnya adalah brand yang sudah lama dibangun, cost efficiency, kemasan aman dan ramah lingkungan. “Itu semua adalah terjemahan dari moto kami, yakni protects what’s good,” tandasnya. Tetra Pak Indonesia juga mengeluarkan sejumlah variasi kemasan. Bentuk paling simpel adalah tetra brik atau kotak. Kemasan ini bisa diisi dengan produk bervolume hingga 2 liter. Ada juga kemasan tetra pino aseptic atau bantal. Biasanya kemasan ini digunakan untuk produk susu cair. Kemasan lain adalah tetra classic aseptic, tetra wedge aseptic, tetra prisma aseptic, tetra rex, dan tetra top. Semua material packaging sebagian besar masih impor, sedangkan proses pengemasannya dilakukan oleh masing-masing customer. (http://pangansehati.wordpress.com)




 Sering liat tulisan FSC di sisi samping kemasan Tetra Pak kan? Nah itu salah satu tanda bagi produk berkelanjutan. 

Bagi Tetra Pak, masalah lingkungan merupakan hal yang prioritas dan strategis bagi pertumbuhan yang berkelanjutan. Ulf Backlund,Managing Director Tetra Pak Indonesia, mengungkapkan, perusahaannya fokus pada masalah lingkungan bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan dari mata rantai produksi, menciptakan produk yang berkelanjutan dan meningkatkan recycle. Untuk menciptakan produk yang berkelanjutan, Tetra Pak berupaya menggunakan kemasan yang dapat diperbaharui dan tersertifikasi  Forest Stewardship Council (FSC). Penggunaan kemasan yang tersertifikasi FSC bagi Tetra Pak juga untuk memastikan ketersedian suplai di masa depan dan untuk menjaga market share. Ulf Backlund juga mengungkapkan, hal ini merupakan upaya untuk memenuhi permintaan pelanggan dan retailer. Berdasarkan survey yang dilakukan Green Gauge Global, dewasa ini konsumen semakin menyadari akan pentingnya tanggung jawab industri terhadap lingkungan. Jumlah masyarakat yang semakin peduli terhadap transparansi produk yang mereka gunakan mengenai asal dan bagaimana produk tersebut di buat. Awareness tersebut pun mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kesadaran dan kepedulian akan masalah lingkungan dan ketersediaan suplai di masa depan tidak hanya menjadi perhatian Tetra Pak, tetapi juga menjadi perhatian PT Ultrajaya Milk Industry. Perusahaan yang berawal dari indusri rumah tangga pada tahun 1958 ini menggunakan kemasan produksi Tetra Pak yang telah tersertifikasi FSC. Selain itu, kemitraan yang dijalin keduanya juga terwujud dalam proram-program seperti program recycle karton. Ultra Jaya juga melakukan aktivitas lainnya yang menunjukkan komitmen terhadap lingkungan seperti memberikan dukungan terhadap berbagai aktifitas yang bekerja sama dengan WWF dan komunitas serta memiliki manajemen lahan yang modern. (http://swa.co.id/business-strategy)


 




Penanganan yang Tetra Pak lakukan:

Karena kurangnya pengetahuan dalam penanganan kemasan Tetra Pak ini, sangat disayangkan bahwa saat ini  penanganan Tetra Pak masih sangat kurang tepat. Kebanyakan dari kemasan tetra pak ini dibakar bersamaan dengan sampah-sampah lainnya. Padahal ketika dibakar, kertas karton dan polietilen tentu akan habis terabakar. Namun logam alumuniumnya tidak akan ikut terbakar dan dikubur dalam tanah dan malah membuat pencemaran karena mengakibatkan tidak suburnya tanah yang ditanami tanaman. Karena susahnya penguraian dan butuh waktu lama, salah satu cara menanganinya ialah dengan metode Hot Pressing. Hot Pressing adalah metode yang tepat karena dengan metode itu , sampah kemasan tetra pak akan terurai. Tahapannya pertama, dilakukan pemisahan material penyusun tetra pak dari karton, polietilen, dan alumunium secara manual. Kemudiapolietilen dan alumunium dibubukkan sambil dipanaskan lalu di press. Pencacahan alumuniumnya pakai mesin hidropulper. Dari hasil tadi dihasilkan material yang berfungsi sebagai pengganti kayu dan ringan tentunya. Saat pameran stand kemarin banyak contoh produk hasil daur ulangnya, ada yang dibuat atap bentuk asbes (model genteng), meja, pintu, rak buku, dan aku dapet gantungan kunci juga. Lucu dan ringan meski rada aneh bentuknya. Nah sedangkan daur ulang bagian karton, seperti biasa bisa dijadikan banyak barang lainnya, seperti kertas daur ulang, buku, kantong kertas, tempat telur, kardus dan macam-macam lainnya.Pokoknya bukan hanya lingkungan yang aman, tetapi juga menjadi sumber pendapatan baru karena hasil daur ulang bisa untuk membuat perkakas rumah tangga.




Pin dan gantungan kunci



 Tempat sampah khusus kemasan tetra pak




 



Atap produk hasil daur ulang lapisan alumunium, tahan banting, tahan injek juga.






Website Tetra Pak: